Assalamualaikum teman-teman....
Hi teman-teman, kali ini kita akan bahas materi desain dan model pembelajaran colaborative learning.
Nah teman-teman ada yang tau nggak sih apa itu colaborative learning itu?
Mari kita simak pembahasan berikut ini!!!
Colaborative Learning.
Pembelajaran kolaboratif adalah situasi dimana terdapat dua atau lebih orang belajar atau berusaha untuk belajar sesuatu secara bersama-sama.
Tidak seperti belajar sendirian, orang yang terlibat dalam collaborative learning memanfaatkan sumber daya dan keterampilan satu sama lain. Pembelajaran kolaboratif merupakan suatu model pembelajaran memiliki strategi pembelajaran yang dapat menguatkan karakter bergotong royong. Ide awal dari pengembangan pembelajaran ini adalah, bahwa membangun konsep itu harus berpasangan, tidak mandiri.
Pembelajaran kolaboratif ditawarkan pada musim pembelajaran new normal. Mengapa? Karena secara umum pembelajaran pada masa new normal sangat mengimajinasi siswa untuk mampu belajar secara mandiri. Kalaupun harus bekerja sama, itupun dengan orang tua atau saudara. Padahal prinsip dasar manusia adalah makhluk sosial.
Seiring dengan ide awal pengembangan pembelajaran kolaboratif, yaitu belajar harus berpasangan, maka dikembangkanlah pembelajaran kolaboratif versi online-nya. Mungkin kah? melihat teknologi informatika yang telah ada, pembelajaran kolaboratif sangat memungkinkan dilaksanakan secara daring.
Hal ini seperti mengembalikan porsi manusia sebagai mahkluk social…belajar bersama, membangun konsep secara bergotong royong. Sesuai dengan salah satu asas yang membangun negara ini. Dengan menerapkan pembelajaran kolaboratif secara daring, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran berinteraksi sosial sebagai upaya untuk mewujudkan pembelajaran bermakna.
Tujuan
Artikel disusun untuk memberikan deskripsi singkat tentang penerapan pembelajaran kolaboratif sebagai sebuah model pembelajaran daring
Model Pembelajaran Kolaboratif
Pada suatu proses pembelajaran, seseorang harus memiliki pasangan. Ditulis oleh Dewey (dalam bukunya Democracy and Education) pada tahun 1916, bahwa proses pembelajaran hendaknya dapat mengaktifkan siswa, membangun motivasi belajar siswa, memberi kesempatan pada pengetahuan untuk berkembang.
Dari ketiga hal tersebut, maka kegiatan pembelajaran sebaiknya dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa, menggunakan prinsip saling memahami dan saling menghormati satu sama lain dan materi pembelajaran lebih dikembangkan kepada konteks (mengkaitkan dengan tujuan praktis). Berdasarkan konsep inilah pembelajaran kolaboratif dikembangkan.
Prosedur Pembelajaran Kolaboratif secara Daring
Guru, setelah mengetahui beberapa pengertian tentang kolaboratif, tertarikkah panjenengan untuk menerapkan dalam proses pembelajaran. Bagaimana prosedur pembelajaran kolaboratif yang simpel dan tentu saja menggunakan platform “daring”. Sebelum melangkah pada prosedur pembelajaran, ada baiknya diingatkan Kembali tujuan pembelajaran kolaboratif, yaitu memaksimalkan proses gotong royong antara para siswa dan guru, serta membangun semangat belajar sepanjang hayat.
Oke teman-teman sekian pembahasan kita, sampai ketemu pada pembahasan berikutnya.... bye bye....
Komentar
Posting Komentar